MENJEMPUT REZEK
MENJEMPUT REZEK Bismillahirrohmaanirrohiim Pak Kosim, Seorang pedagang buah, sudah puluhan tahun dia melakukan pekerjaan dengan berjalan kaki membawa daganganya. Dengan aneka buah musiman ada pepaya, pisang dan kadang juga durian. Dia pikul buah-buahan yang dipetiknya sendiri dari kebon warisan. Kadang juga buah dari titipan tetangga. Menjelang sore saya berjumpa Pak Kosim yang sedang menelusuri jalananan. Di komplek perumahan dipinggir perkampungan, saya berhentikan dipinggir jalan yang aman. Saya beli pepaya dan pisang kepok, buah kesukaan saya. Sambil ngobrol. ” Kenapa bapak tidak mangkal saja? Dijalan situ kan banyak yang lewat?” Saya bertanya sambil menunjuk jalan penghubung perkambungan dengan komplek. ”Mangkal kan perlu lapak, sedangkan saya nggak punya lapak. Lagian buahnya juga tidak banyak” jawabnya. ”Bapak kan sudah sepuh, kalo jalan-jalan terus begini apa nggak lekas Capek” saya bertanya lagi. ”Ya nggak papa. Kalo Capek istirahat” jawab...